Kamis, 17 November 2011

Bangkit Indonesia Bangun Demokrasi Islam

Oleh Rahmatullah HMHA Rasyid

Sejak tahun 1930-1940-an, pemuda Soekarno telah menggembar-gemborkan demokrasi Indonesia. Demokrasi yang dicangkok dari Barat (Eropah) dan Amerika Serikat (AS) ia hendak fungsikan di Indonesia yang ketika itu masih di bawah penjajahan kolonialis Belanda.
Soekarno menentang berdirinya Negara Islam Indonesia yang selalu didengang-dengungkan para pemimpin Islam (ahli agama). Sementara Soekarno bersama intelektual muda Indonesia seperti Mr Moh Hatta, Syahrir, Tan Malaka, dan lainnya tentu saja berlawanan pandangan dengan para ulama yang berorientasi kekhalifahan Utsmani, Khulafaurrosyidin, maupun kekhalifahan Baniy Umayyah atau Abbasiyah dan sebagainya.
Bagi Soekarno dan kawan-kawan sehaluan, meski Indonesia mayoritas muslim, tetapi masih banyak sekali yang keislamannya hanya kulit saja. Nama mereka saja Islam tapi jiwanya belum terasuki Islam sampai ke tulang sumsum. Dan masih banyak lagi intelektual Indonesia yang emoh Negara Indonesia berdasarkan Syariat Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar